Black Brothers Lahir Di Angkasa Indah

KABAR PORT NUMBAY

Jayapura (KPN)- Mungkin diantara kita banyak yang belum tahu kalau Grup Band Legendaris Black Brothers lahir dari sebuah rumah di Kawasan Angkasa Indah Jayapura Utara yang sejuk dengan panorama yang indah permai.

Adalah Bapak Andy Ayamiseba sang Manajerlah yang mengumpulakn dan mereka satu atap dirumahnya di Jalan Lembah bersebelahan dengan rumah sang Bapak Dirk Ayamiseba,ex Ketua DPR Pertama Irian Barat (sekarang Papua).

Tepatnya di berdampingan dengan Hotel Diah Graha kini.

Black Brothers pada mulanya bernama Band PDK karena mereka menggunakan alat band milik Dinas Pendikan dan Kebudayaan sekitar tahun 1974 yang difasilitasi oleh Bapak Thobias Gebze ayah dari Guitaris Air Mood &Abresso Band Ian Christ Gebze yang kemudian disekitar tahun 80-an menjabat sebagai Bupati Merauke.

Mereka biasanya latihan di Garasi Mobil dan aula yg membatasi Rumah Andy Ayamiseba dan Rumah bapanya Dirk Ayamiseba.

Selain Hengky MS (lead Guitar) yg berasdal dari Sulawesi Utara,Benny “Tek Ben” Betay (bass) blasteran Tonghoa-Wondama,Yochie Patipeluhu…

Lihat pos aslinya 217 kata lagi

Pesan dari CEO RIWAY Inteternational Dr. Lim Boon Hong

Riway Papua Sehat

Dr. Lim Boon Hong
CEO RIWAY International

Globalisasi?

Sejak saya mendirikan RIWAY, saya selalu mengingatkan, mengumumkan dan berjanji, pada setiap momen di pasar dan pertemuan yang berbeda-beda, bahwa RIWAY adalah sebuah perusahaan yang akan menuju gobalisasi.

Sebenarnya, semua “kata-kata besar” ini selalu ada di ujung lidah saya sejak saya mulai terlibat di komunitas direct selling 20 tahun yang lalu. Di manapun di pasar, kita bahkan dapat mendengar perusahaan lain mengatakan “kata-kata besar” yang sama tentang keinginan untuk “menetapkan pijakan yang kuat dan untuk bergerak ke seluruh dunia”.

Tapi mari kita mundur selangkah untuk memikirkannya sejenak, melihat sekeliling kita, siapakah yang sungguh telah mencapainya?

Tentu saja, saat saya menyebut internasionalisme atau globalisasi, saya tidak mengartikan dari Singapura ke Malaysia atau Hong Kong ke Shenzhen, tapi benar-benar “Globalisasi”.

Jenis “Globalisasi” dengan 6 benua utama di dunia yang dipenuhi manusia. Jarang ada perusahaan yang mencapai globalisasi, perusahaan dari Asia Tenggara yang mencapai globalisasi…

Lihat pos aslinya 501 kata lagi

FORPA-BD Tolak Rencana Pembangunan Bendungan PLTA Sungai Kao

Tribun Arafura

JAYAPURA, Tribun-Arafura.com — Forum Rakyat Papua Boven Digoel (FORPA-BD) menolak Rencana Pembangunan Bendungan PLTA Sungai Kao di distrik Waropko dan distrik Ambatkwi, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Hal ini ditegaskan Sekretaris FORPA-BD Everistus Kayep melalui sambungan telepon di Merauke siang tadi, Selasa (13/02).

“FORPA-BD dengan tegas menolak Pembangunan PLTA Sungai Kao karena lokasi yang dipilih merupakan tempat- tempat keramat yang memiliki nilai historis dan spiritual. Tempat-tempat ini telah dihormati secara turun-temurun dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Masyarakat Kati-Wambon,” jelas Kayep.

Kayep mengatakan, Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop adalah anak asli Wambon, kerabat Kati, sehingga tanpa perlu dijelaskan, beliau secara pasti mengetahui nilai historis dan spiritual tempat-tempat keramat tersebut.

Menurut Kayep, pihaknya telah menginventarisir, setidaknya terdapat 24 tempat keramat di lokasi yang diincar pihak Pemerintah tanpa berkonsultasi atau sosialisasi dengan pemilik dusun. (Download : Sketsa Tempat-Tempat Keramat).

“Ini seperti pencuri, diam-diam lakukan survey untuk studi kelayakan seolah-olah tanah ini…

Lihat pos aslinya 405 kata lagi

Warganet Dukung Masyarakat Adat Kati-Wambon Tolak Pembangunan PLTA Sungai Kao

Tribun Arafura

WOROPKO, Tribun-Arafura.com — Pemkab Boven Digoel dan mitra pekerja bernama PT Aditya telah merencanakan pembangunan bendungan untuk PLTA di Sungai Kao, tepatnya di Distrik Woropko dan Ambatkuy, Boven Digoel, Papua. PLTA yang direncanakan berkapasitas 65,13 Megawatt itu akan memasok listrik untuk Kabupaten Boven Digoel, Merauke, Mappi dan Asmat.

Sayangnya, rencana ini ditolak masyarakat setempat karena proyek tersebut menyasar pusat-pusat kosmologi atau tempat keramat yang dihormati suku Kati-Wambon atau Muyu-Wambon secara turun-temurun. Pusat-pusat kosmologi yang disasar diantaranya Wanik Mogot, Yinimutu Motkom, Anonggan, Ayam, Takperep, Sambet Mbom, Umukit, Onongndum dan Koreom.

“Maka dengan sikap yang tegas kami menolak PLTA. Ini adalah tempat keramat dan akan merugikan anak cucu kami. Kami tidak mau ditipu seperti PT Freeport dan PT Korindo,” kata Hilarius Akyap, Ketua Dewan Adat Koleyombin. (Baca : Masyarakat Kati-Wambon dan Tokoh Adat Menolak Pembangunan PLTA di Sungai Kao Kabupaten Boven Digoel).

Rencana pembangunan PLTA yang dikampanyekan akan memenuhi kebutuhan…

Lihat pos aslinya 549 kata lagi

Markas Besar TPNPB-OPM Bertanggungjawab Atas Penyerangan Terhadap Satgas Yonif 713/ST di Perbatasan RI-PNG

Tribun Arafura

JAYAPURA, Tribun-Arafura.com — Markas Besar TPNPB-OPM yaitu Markas Victoria, dibawah pimpinan Panglima Mayjen Orelek Jikwanak bertanggungjawab atas penyerangan terhadap Satgas Yonif 713/ST Bewan Baru di perbatasan RI-PNG, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (30/12/19).

Hal ini disampaikan Jubir Internasional TPNPB-OPM Sebby Sambom dalam rilis yang diterima Tribun-Arafura.com sore tadi.

“Markas Besar TPNPB-OPM yaitu Markas Victoria, dibawah pimpinan Panglima Mayjen Orelek Jikwanak bertanggungjawab atas penghadangan dan penembakan dua anggota TNI di Bewani, perbatasan PNG dan West Papua pada tanggal 30 Desember 2019,” jelas Sebby Sambom.

Menurut Sebby, penyerangan terhadap Satgas Yonif 713/ST adalah wujud perang pembebasan nasional untuk kemerdekaan Papua Barat.

“Dan penyerangan ini merupakan wujud daripada Perang Pembebasan Nasional untuk Kemerdekaan Papua Barat. Oleh karena itu TPNPB secara resmi sampaikan kepada semua pihak bahwa Perang Pembebasan Nasional, untuk kemerdekaan Papua Barat akan berlaku di seluruh teritori Papua Barat dari Sorong sampai Merauke,” tegasnya.

Baca juga : Baku Tembak di Perbatasan RI-PNG, Wadanpos…

Lihat pos aslinya 294 kata lagi

Baku Tembak di Perbatasan RI-PNG, Wadanpos Bewan Baru Satgas Yonif 713/ST Tewas

Tribun Arafura

JAYAPURA, Tribun-Arafura.com — Baku tembak antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kembali terjadi di perbatasan Republik Indonesia – Papua Nugini, Senin (30/12/19) sekitar pukul 10.30 WIT.

Dalam baku tembak itu Serda Miftachur Rohmat tewas dengan luka tembak dalam kontak tembak dengan pada bahu kiri depan menembus belakang perut, sementara satu personil lainnya Prada Juwandhy Ramadhan mengalami luka tembak pada pelipis kanan dan pinggang kiri.

Serda Miftachur Rohmat adalah Wakil Komandan Pos (Wadan Pos) Satgas Yonif 713/Satya Tama yang bertugas di Pos Bewan Baru Kabupaten Keerom, Papua, sedangkan Prada Juwandhy Ramadhan yang mengalami luka-luka menjabat Tabakpan 5 RU 2 di Batalyon yang sama.

Sumber TNI menyebutkan, pada pukul 08.00 WIT 10 orang anggota Pos Bewan Baru Satgas Yonif 713/Satya Tama dipimpim Serda Miftachur Rohmat berangkat dari Pos Bewan Baru Menuju Pos Kaliasin untuk mengambil senjata api jenia Dorlok.

Pada Pukul 10.30 WIT sekitar 5 KM…

Lihat pos aslinya 83 kata lagi

Jejak Soeharto : Dulu Talangsari Kini Mesuji

Biar sejarah yang bicara ......

Dari sekian peristiwa berdarah di masa kepemimpinan Soeharto adalah peristiwa Talangsari 1989 di Dusun Talangsari III, Desa Rajabasa Lama, Lampung Timur.

Peristiwa Talangsari Lampung menjadi kisah tragis yang dilupakan negara. Ratusan orang yang saat itu menjadi korban seakan tidak berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, serta mendapatkan keadilan lewat penghukuman pelaku dan pemulihan hak-haknya. Bertahun-tahun, korban yang masih menderita atas peristiwa itu juga mengalami teror dan intimidasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan tersebut. Upaya damai lewat islah memberi dampak negatif terhadap hubungan antar sesama korban yang kemudian terpecah. Bergantinya pemerintahan juga tidak merubah sikap negara untuk mengusut tragedi ini. Negara justru terkesan berdiam diri dan pura-pura tidak mendengar suara korban.

******

Kamis Malam, 9  Feb 1989, pukul 21.00,  Acara televisi favorit saat itu, Dunia Dalam Berita TVRI. Panglima ABRI Jenderal TNI Try Soetrisno berseragam lengkap, tampil bicara.

Jenderal Try: “Saudara-saudara, sebangsa se-tanah air. Hari ini telah terjadi kerusuhan…

Lihat pos aslinya 1.173 kata lagi

NATAL 2019: TRAGEDI PENGUNGSIAN NDUGA, PEJUANG HAM DI TUNTUT PASAL MAKAR, PERAYAAN NATAL DALAM KETAKUTAN & PENJARA DI NEGERI PANCASILA

Willem Wandik (Wakil Bangsa Papua)

Lihat pos aslinya 664 kata lagi

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai