PLTA Sungai Kao Ditolak Karena Menyasar Banyak Tempat Keramat

Tribun Arafura

TANAH MERAH, Tribun-Arafura.com —Rencana Pemerintah membangun bendungan untuk PLTA skala Nasional berkapasitas 65,13 Megawatt di Sungai Kao, tepatnya di Distrik Woropko dan Ambatkuy, Kabupaten Boven Digoel Papua, ternyata menyasar banyak tempat yang dianggap keramat atau disakralkan. Penghancuran tempat-tempat keramat ini dipastikan akan memutus hubungan spiritual antara Masyarakat Adat Kati-Wambon dengan tanah mereka.

Padahal, tempat-tempat keramat yang menjadi pusat kosmologi Masyarakat Adat di seluruh belahan bumi telah mendapat pengakuan secara Internasional melalui Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hak-Hak Masyarakat Adat. (Download : Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hak-Hak Masyarakat Adat).

Pasal 25 Deklarasi dimaksud secara khusus menyebutkan, “Masyarakat adat memiliki hak untuk memelihara dan memperkuat hubungan spiritual yang khas dengan tanah, wilayah, air dan pesisir pantai dan sumber daya yang lainnya, yang digunakan atau dikuasai secara tradisional, dan untuk menjunjung tinggi tanggung jawab mereka terhadap generasi-generasi mendatang”.

Dari data sementara yang berhasil dihimpun Redaksi Tribun-Arafura.com, PLTA Sungai Kao menyasar sedikitnya…

Lihat pos aslinya 309 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: