Pemuda Marind Suarakan Gerakan Akbar Reformasi Hukum di Tanah Papua, Kasus Souvenir Kulit Buaya Jadi Pintu Masuk

Tribun Arafura

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Tanggal 9 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pribumi Internasional. Khusus di Tanah Papua dilihat sebagai pulau besar yang kosong tanpa penghuni. Kondisi inilah yang kemudian oleh masyarakat adat dari 7 wilayah adat di Tanah Papua serentak turun jalan untuk menyatakan Pulau Besar ini ada penghuninya.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Marind, Fransiskus Ciwe, SE mengatakan, apa yang disuarakan oleh masyarakat adat di Tanah Papua itu, bahasa paling sederhana. Mereka masih memilih kalimat bijak untuk menyuarakan haknya di hari pribumi Internasional.

“Yang sebenarnya itu, masyarakat adat dari tujuh wilayah adat sebagai pribumi di Tanah Papua ingin bilang luka di hati kita sudah terlalu sakit, karena tidak pernah diobati justru terus digores. Tanah kita diambil di depan mata, hutan kita diambil, hasil kekayaan alam kita diambil tanpa bicara pada kita. Kenyataan yang ada, bicara saja sudah syukur. Ini permisi saja tidak ada sama sekali dan seenaknya saja diambil. Apalagi…

Lihat pos aslinya 489 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: